Bantu Adik Abyan Menghadapi Penyakit Kolestasis - SiJumMagelang I Berbagi Nasi Jumat

Jumat, 18 Januari 2019

Bantu Adik Abyan Menghadapi Penyakit Kolestasis

Bantu Adik Abyan Menghadapi Penyakit Kolestasis

SiJum Magelang - Seorang bocah yang lahir dari pasangan Nofiyanto yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan seorang ibu rumah tangga berama Rahmawati. Mereka tinggal di Dusun Gedongan 2 RT/RW. 003/002, Ngargosari, Kajoran Kabupaten Magelang.

Pada saat kehamilannya, adek bayi Abyan ini seperti layaknya bayi lainnya yang sehat dan tidak mengalami kelainan atau keluhan apapun. Semua berjalan normal layaknya bayi di dalam kandungan seorang ibu. Hal ini disampaikan oleh Rahmawati yang rutin membawa kandungannya untuk diperiksakan ke Puskesmas dan bahkan juga pernah melakukan USG yang hasilnya dinyatakan baik dan sehat.

Saat waktunya melahirkan pun, sang jabang bayi tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda kelainan pada tubuhnya. Lahir dengan suara yang nyaring. Kedua orang tua ini menyambut dengan bahagia anak pertama mereka dan Ahmad Abyan Pratama itulah doa kedua orang tuanya disematkan sebagai namanya.

Saat Abyan kecil berusia 2 bulan inilah awal diketahui adanya kelainan pada dirinya. Pada waktu itu Sang Abyan Cilik akan melakukan imunisasi DPT dan Folio. Saat itu pihak Puskesmas menolak melakukan imunisasi DPT dan Folio karena meihat kondisi sang bayi yang berwarna kuning.
Dari sinilah semuanya bermula, Abyan dirujuk ke RSUD Muntilan untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan lebih intensif.

Dari hasil diagnosis, Abyan cilik terdiagnosa kolestasis. Kolestasis diartikan sebagai kondisi dimana aliran empedu terhambat. Dalam keadaan normal, cairan empedu yang dihasilkan oleh sel hati akan dialirkan masuk ke dalam kantong empedu.

Dari hasil diagnose ini maka Abyan diberikan obat yang berfungsi untuk menurunkan kadar bilirubinnya. Namun ternyata kenyataan yang terjadi tidak seperti yang diharapkan. Sang Abyan cilik masih saja kuning yang menyebabkan Ia harus di rujuk ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta.

Adik Abyan

Di sini dilakukan beberapa test diantaranya adalah pemeriksaan virus CMV (Cytomegalovirus) dan THORC (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus,Herpes simplex)

CMV adalah virus umum yang dapat menginfeksi siapa saja. Kebanyakan orang tidak menyadari terinfeksi virus ini karena jarang menimbulkan gejala. Namun demikian, bila dalam kondisi hamil dan sistem kekebalan melemah, ada baiknya berpikir tentang CMV. Infeksi CMV sering digabung dalam infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus,Herpes simplex). Infeksi CMV tidak terbatas pada ibu hamil saja, melainkan dapat menyerang setiap individu.

TORCH adalah singkatan dari (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus yang terdiri dari HSV1 dan HSV 2 serta kemungkinan oleh virus lain (Other virus) yang dampak klinisnya lebih terbatas (misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vaccinia, virus Polio dan virus Coxsackie-B).

Kedua test ini dilakukan untuk mengetahui virus yang menjadi penyebab kuning yang terjadi pada diri Abyan.

Hasil dari pemeriksaan itu ternyata nihil. Kedua virus tersebut sudah tidak reaktif lagi. Hal ini menyebabkan pihak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta melakukan beberapa tindakan antara lain  CT Scan Rontgen USG dan hasilnya mengarah pada ATRESIA BILIER.

Atresia bilier adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi. Saluran empedu pada hati, disebut juga dengan duktus hepatikus, berfungsi untuk menghancurkan lemak, menyerap vitamin larut lemak, serta membawa racun dan produk sisa keluar tubuh.

Pada atresia bilier, saluran tersebut membengkak dan menjadi tersumbat. Akibatnya, cairan empedu meningkat di hati dan menyebabkan kerusakan hati. Hal ini membuat hati sulit membuang racun dalam tubuh.

Ada 2 jenis atresia bilier yaitu fetal dan perinatal. Atresia bilier fetal muncul disaat bayi masih di dalam rahim. Atresia bilier perinatal lebih sering terjadi dan tidak disadari hingga 2 - 4 minggu setelah kelahiran. Beberapa bayi, khususnya yang lahir dengan atresia bilier fetal, juga memiliki kecacatan pada jantung, limpa dan usus.

Atas dasar ini maka dokter melakukan pembedahan untuk membuat saluran baru yang dikenal dengan OP KASAI. Saluran baru ini berfungsi untuk membuang garam empedu atau bilirubin yang menyebabkan kuning pada bayi.

Sangat disayangkan, operasi ini dinyatakan gagal. Setelah 4 bulan kadar bilirubin/ kuningnya tidak berangsur turun ke titik normal, yaitu nol koma sekian. Feses masih berwarna putih dan air seninya seperti warna air teh.

Hal ini mengharuskan dokter melakukan diagonasi lain, yaitu ALAGILLE SYNDROM atau disebut juga sebagai kelainan genetic.

Sindrom Alagille (SA) adalah suatu kelainan yang diturunkan secara autosomal dominan akibat defek pada gen JAG1 di kr20p12. Gen ini diekspresikan di berbagai sistem dengan manifestasi mayor kolestasis kronik, kelainan jantung, mata, tulang vertebra, dan bentuk wajah yang khas. Umumnya disertai pula dengan manifestasi minor seperti gangguan tumbuh-kembang, perdarahan intrakranial, gangguan ginjal dan pancreas.

Saat itu, pada diri adek Abyan yang diserang adalah liver atau hatinya. Pihak RS focus pada pengobatan liver Abyan agar bisa berfungsi normal dan anak tidak kuning lagi. Selama menjalani perawatan ini, Abyan sering keluar masing rumah sakit untuk menjalani rawat inap. Hal ini disebabkan kesehatannya menjadi tidak stabil. Kerusakan pada livernya menyebabkan anak tidak bisa menyerap gizi dengan baik dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan anak dan syarat motoriknya pun terlambat.

Dokter menyarakankan agar Adek Abyan melakukan cangkok hati atau transplantasi hati. Transplantasi hati adalah prosedur medis yang digunakan untuk menggantikan hati yang gagal dengan hati yang baru dan sehat dari orang lain yang disebut donor.

Hati dapat ditransfer secara keseluruhan atau sebagian dari orang yang sudah meninggal atau hidup. Ada tiga operasi yang terlibat dalam transplantasi hati: operasi donor, operasi back table, dan operasi penerima.

Transplantasi hati diperlukan bila hati tidak mampu untuk melakukan fungsi penting. Fungsi ini meliputi penyaringan darah dari racun, memproduksi empedu untuk membantu pencernaan, dan menyimpan energi sebagai gula untuk digunakan nanti. Gagal hati dapat terjadi pada setiap orang pada usia berapa pun. Gagal hati memiliki banyak penyebab seperti penggunaan alkohol yang berlebih, hepatitis, sirosis, overdosis paracetamol, dan penyakit hati lainnya.

Ahmad Abyan Pratama

Selama dua dekade terakhir, jumlah orang yang membutuhkan transplantasi hati telah meningkat sebesar 90%, namun jumlah donasi yang tersedia tetap sama.

Pada kasus Abyan ini belum bisa terlaksana dikarenakan belum adanya pendonor yang cocok. Serta untuk menjaga anak tetap stabil Ia harus mengkonsumsi susu khusus Peptamen Junior dan beberapa vitamin.

Untuk kasus Abyan ini adalah liver beratnya 1,4 kg yang nantinya 30% di potong untuk donor resipien

PEMBIAYAAN

Dari segi pembiayaan ada beberapa yang tidak tercover oleh BPJS antara lain vitamin dan obat-obat yang harganya mahal, dan vaksin-vaksin tambahan serta popok adek Abyan. Sedangkan yang lainnya pihak rumah sakit masing menggratiskan.

Hal ini yang perlu menjad perhatian kita semua. Biaya yang dikeluarkan selama menjalani perawatan tidaklah sedikit. Biaya hidup selama menunggui adek Abyan tidaklah murah.

Kedua orang tua ini tidak mungkin meninggalkan anak semata wayang mereka tebaring di RS. Selama menjalani serangkaian pemeriksaan, dan diagnose otomatis menyebabkan sang Bapak tidak bisa bekerja Buruh serabutan yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarga ini otomatis terganggu bahkan dimungkinkan terhenti.

OPEN DONASI UNTUK BANTU KESEMBUHAN ADIK ABYAN DALAM UPAYA PENGOBATAN

Untuk Sahabat Yang mau berdonasi untuk adi Abyan bisa menghubungi Wa berikut dibawah ini

WA : Santi SiJum : 0857-2995-7170
Semoga donasi yang Anda berikan bisa bermanfaat untuk Adik Abyan... Dan kami keluarga Si Jum Magelang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan semoga amal ibadah kita semua diterima di Sisi Yang Maha Kuasa. Amin.

Bantu Share Juga Ke WHATSAPP Ya Sahabat. :) Terima Kasih

Lihat Juga Yang Lainnya

© Copyright 2019 SiJumMagelang I Berbagi Nasi Jumat | All Right Reserved