Belilah Segala Kesulitanmu Dengan Sedekah - SiJumMagelang I Berbagi Nasi Jumat

Senin, 04 Februari 2019

Belilah Segala Kesulitanmu Dengan Sedekah

Belilah Segala Kesulitanmu Dengan Sedekah

SiJum Magelang - Kita semua tahu tentang apa dan bagaimana seorang nabi yang bernama Sulaiman.

Sulaiman merupakan seorang raja Israel dan anak Raja Daud. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. Sejak kecil ia telah menunjukkan kecerdasan dan ketajaman pikirannya. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 970 SM dan wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis Palestina.

Allah SWT mengangkatnya sebagai nabi dan rasul. Setelah Sulaiman cukup umur dan ayahandanya wafat, Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israel. Ia berkuasa tak hanya atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Nabi Sulaiman dapat memahami bahasa semua binatang.

Di sini, kita tidak akan membahas terlalu dalam tentang Nabi Sulaiman. Namun lebih pada berbagi sebuah kisah di zaman Nabi Sulaiman AS.

Pada zaman Nabi Sulaiman AS, hidup seorang laki-laki yang mempunyai pohon besar di samping rumahnya. Di atas pohon tersebut terdapat sarang burung yang berisi beberapa anak merpati. Sang istri meminta kepada suaminya untuk memanjat pohon besar itu dan mengambil anak merpati itu untuk dijadikan makanan bagi anak-anak mereka. Suaminya  itu pun lantas melakukan apa permintaan sang istri.

Lepas kejadian itu, induk merpati menghadap baginda Nabi Sulaiman AS. Sang induk menceritakan kejadian tersebut. Akhirnya Nabi Sulaiman mengundang laki-laki tersebut dan memerintahkan untuk bertaubat. Laki-laki bertaubat dan berjanji kepada Nabi Sulaiman untuk tidak akan mengulangi perbuatannya itu kembali

Suatu ketika, sang istri menyuruhnya kembali untuk mengambil anak merpati lagi. Laki-laki itu pun berkata kepada istrinya, “Maaf istriku, Aku tidak akan melakukanya lagi. Aku telah berjanji kepada Nabi Sulaiman untuk tidak akan lagi mengulangi perbuatan tersebut. Nabi Sulaiman telah melarangku untuk berbuat yang demikian.” Istrinya menjawab, “Apakah kamu menyangka Nabi Sulaiman akan mempedulikan dirimu atau merpati itu? Sedangkan ia selalu sibuk dengan urusan kerajaannya.”

Si istri tak henti-henti membujuknya agar ia mau melakukanya lagi. Hingga akhirnya ia terbujuk juga. Seperti biasanya ia memanjat pohon besar itu dan mengambil anak merpati lagi. Induk merpati kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian itu. Nabi Sulaiman pun menjadi marah karenanya. Kemudian Nabi Sulaiman memanggil dua setan, yang satu berasal dari ujung timur dan yang satunya berasal dari penjuru barat.

Nabi Sulaiman AS berkata kepada dua setan itu, “Jagalah pohon besar itu. Dan ketika laki-laki itu mengulang perbuatannya mengambil anak merpati itu. Raih kedua kakinya dan jatuhkan ia dari pohon itu.” Kedua setan itu pun bergegas pergi dan menjaga pohon itu. Ketika merpati sudah beranak lagi, laki-laki itu segera memanjat dan meletakkan kedua kakinya pada pohon itu. Tiba-tiba datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Lalu ia menyuruh istrinya untuk memberikan sesuatu pada istrinya itu.

Lantas istrinya berkata, “Aku tidak punya apa-apa.” Laki-laki itu turun dari pohon dan mengambil segenggam makanan. Lalu ia memberikanya kepada si pengemis itu. Setelah itu ia kembali memanjat pohon dan mengambil anak merpati.

Setelah itu, merpati kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian tersebut kepadanya. Nabi Sulaiman bertambah marah. Kemudian ia memanggil kedua setan yang diberi tugas menjaga pohon itu. Nabi Sulaiman berkata pada kedua setan itu, “Kalian berdua telah mengkhianatiku!”  Dua setan itupun menjawab, “Kami sama sekali tidak menghianatimu. Kami terus menjaga pohon itu. Hanya saja, ketika laki-laki itu memanjat pohon datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Lalu ia memberikan segenggam gandum untuk pengemis itu. Saat ia kembali memanjat pohon, kami sudah bergegas untuk meraihnya. Namun tiba-tiba Allah mengutus dua malaikat. Salah satu dari mereka meraih leherku dan melemparku sampai di tempat terbitnya matahari. Sedang yang satunya lagi meraih leher sahabatku dan melemparnya sampai di tempat terbenamnya matahari.”

Dari cerita tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa betapa sedekah dapat menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari mara bahaya. Sementara yang disedekahkan adalah barang halal. Namun jika yang disedekahkan adalah barang yang haram pasti akan berbuah celaka. 

Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,
“Sungguh, di dalam neraka terdapat rumah yang disebut baitul huzni (rumah kesusahan). Allah menyediakannya untuk orang yang bersedekah dari barang yang haram.”  Na’udzubillahi mindzalik”

Bantu Share Juga Ke WHATSAPP Ya Sahabat. :) Terima Kasih

Lihat Juga Yang Lainnya

© Copyright 2019 SiJumMagelang I Berbagi Nasi Jumat | All Right Reserved